Jumat, 21 November 2008

Metoda Persalinan Pengaruhi Sistem Kekebalan Bayi

Probiotik bagi bayi untuk membentuk kolonisasi mikrobiota saluran cerna yang sehat dan menyeimbangkan sistem dayat ahan tubuh.

Kelahiran seorang anak ke dunia adalah saat-saat yang paling dinantikan oleh pasangan suami istri. Tak heran jika banyak persiapan yang dilakukan dalam masa penantian tersebut, mulai dari mengonsumsi susu untuk ibu hamil, menambah asupan vitamin selama masa kehamilan serta melakukan senam untuk ibu hamil. Semua persiapan tersebut akan bermuara pada proses persalinan, apakah itu normal ataupun melalui proses caesar.

Umumnya, metode persalinan dilakukan dengan persalinan normal dan bedah caesar. Metode yang dipilih akan terkait dengan angka kematian dan kesakitan, baik bagi ibu maupun bayinya. Persalinan lewat bedah caesar terkait dengan kematian ibu 3 kali lebih besar dibandingkan persalinan normal. Angka kematian langsung akibat persalinan caesar adalah sekitar 5.8 per 100.000 persalinan.

Hal itu diungkap Dr. Andon Hestiantoro Sp. OG dari Departemen Obstetrik dan Ginekologi FKUI/RSCM pada acara talkshow bersama anggota POGI Jaya dengan tema "Metode Persalinan Berpengaruh Pada Pembentukan Mikrobiota Saluran Pencernaan dan Kekebalan Tubuh Buah Hati" di Hotel Gran Melia, Jakarta, 3 Juli lalu.

Pada kesempatan itu, hadir pembicara lain yaitu Prof. Patricia Conway dari University of New South Wales, Australia. Menurut Patricia beberapa tahun terakhir, jumlah ibu yang memilih melahirkan dengan cara caesar meningkat signifikan, di Amerika Serikat angka kelahiran caesar meningkat lebih dari 40 %, di Eropa 30 %, Amerika Latin dan sebagian negara Asia mencapai 50% sejak 1996.

Penelitian juga menunjukkan, bayi yang dilahirkan dengan metoda caesar, membutuhkan waktu kira-kira enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi lahir normal, sehingga bayi Caesar memiliki resiko lebih tinggi terhadap berbagai jenis penyakit. Saluran cerna penting artinya bagi kesehatan tubuh manusia. Fungsi utama saluran cerna adalah mencerna dan menyerap zat gizi agar kebutuhan tubuh dapat terpenuhi. Pada saluran cerna yang sehat mukosa usus mampu menyerap mikronutrien penting dan menolak toksin serta patogen, dan dua pertiga sistem kekebalan tubuh berada dalam saluran cerna.

Saluran cerna memiliki populasi mikroba yang beragam dan kompleks. Mikrobiota saluran cerna ini mempengaruhi kesehatan dengan cara melindungi tubuh dari serangan mikroorganisma patogen, merangsang sistem daya tahan tubuh, membantu kinerja saluran cerna serta memproduksi vitamin-vitamin esensial.

Mikrobiota tersebut diperoleh sejak lahir dari mikrobiota ibu dan lingkungan. Pada persalinan normal, bakteri dari ibu dan lingkungan sekitar membentuk kolonisasi pada saluran cerna. Saat itu, bayi berpindah dari rahim ke lingkungan luar melalui proses yang melibatkan kontraksi berjam-jam. Efeknya, bayi kontak secara alami dengan mikrobiota ibu dan berkoloni diususnya. Mikrobiota, seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli, memegang peran utama mengaktifkan sistem kekebalan.

Namun, bayi yang lahir secara caesar kurang terpapar mikroba pada saat dilahirkan. Apalagi bayi yang dilahirkan caesar juga sering kali terpapar antibiotika di masa awal kehidupannya. Akibatnya kolonisasi bakteri menguntungkan (probiotik) di saluran cerna terhambat. Padahal inisiasi koloni bakteri yang diperoleh bayi saat persalinan normal berpengaruh kuat pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalannya, yang pada akhirnya mempengaruhi kesehatan bayi.

Pada saat lahir, sistem daya tahan tubuh masih belum dapat berfungsi dengan baik atau belum sempurna. Mikrobiota memiliki peranan yang penting dalam pematangan sistem daya tahan tubuh, khususnya dalam membentuk toleransi oral (mulut) dan mengurangi resiko alergi.

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan dominasi bakteri baik di saluran cerna bayi. Pertama, memberikan suplemen bakteri baik secara langsung. Kedua dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik yang sudah ada diusus dengan pemberian makanan yang tepat.

Diketahui, air susu ibu (ASI) mengandung gizi terbaik untuk bayi. ASI mengandung bakteri-bakteri yang menguntungkan (probiotik), disamping karbohidrat tertentu yang mendukung pertumbuhan Bifidobacteria. Bayi yang lahir mengonsumsi probiotik akan memiliki mikrobiota menguntungkan dalam jumlah banyak disaluran cernanya.

Banyak bukti yang tersedia untuk mendukung penggunaan probiotik bagi bayi dengan tujuan untuk membentuk kolonisasi mikrobiota saluran cerna yang sehat dan menyeimbangkan sistem daya tahan tubuh, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan dan mengurangi resiko alergi.

Baca Selengkapnya »»

Epidural Pasca Operasi Tingkatkan Survival

Penggunaan anestesi epidural setelah bedah besar tak jarang menuai kontroversi. Namun sebuah studi teranyar yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet edisi online 11 Agustus 2008 sedikit memberi pencerahan. Menurut studi ini, selain sebagai cara terbaik untuk mengontrol nyeri pasca operasi besar, ternyata anestesi epidural juga bisa memperbaiki survival.

Selama ini yang banyak disorot dari penggunaan anestesi epidural pasca bedah besar, bukanlah keefektifannya namun masalah keamanannya. Padahal, pasien yang menerima anestesi epidural pasca operasi besar, biasanya mengalami nyeri yang lebih kecil dan memiliki risiko pneumonia yang lebih rendah.Tapi banyak pasien ngeri menjalani prosedur ini, karena harus menggunakan needle dan sebuah kateter yang ditempatkan dipunggung mereka.

Pada studi baru tersebut, Dr. Duminda Wijeysundera, dari Ontario's Institute for Clinical Evaluative Sciences, department of anesthesia, Toronto General Hospital dan the University of Toronto,mengumpulkan data lebih dari 259,000 pasien yang mengalami bedah besar nonkardiak antara 1994 dan 2004. Sekitar 22% menerima anestesi epidural.

Hasil analisis data menunjukkan, pasien yang menerima anestesi epidural pasca operasi bedah memiliki risiko kematian lebih rendah setelah 30 hari (1,7%) dibandingkan dengan pasien yang tidak menerima epidural (2%). Artinya, untuk mencegzh satu kemtian, 477 pasien sebaiknya menerima anestesi epidural.

Peneliti menegaskan, pada intinya hasil studi ini memberikan informasi yang menenangkan hati bahwa anestesi epidural adalah aman dan memberikan sedikit perbaikan pada survival pasien yang menjalani bedah mayor.

Baca Selengkapnya »»

Para lansia dengan kadar vitamin B12 rendah berisiko tinggi mengalami atropi atau penyusutan otak. Atropi otak biasanya terkait dengan gangguan kognitif dan penyakit Alzheimer. Ironisnya, defisiensi vitamin B12 adalah masalah yang umum dijumpai pada kelompok usia ini. Demikian yang ditemukan studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology edisi 8 September 2008.

Studi tersebut melibatkan 107 sukarelawan usia 61-87 tahun yang secara kognitif normal pada awal studi. Semua partisipan menjalani pengujian klinis tahunan, scan MRI, tes kognitif, dan pengambilan sampel darah. Individu dengan kadar vitamin B12 lebih rendah pada awal studi mengalami penyusutan volume otak yang lebih besar. Mereka dengan kadar vitamin B12 terendah mengalmi penyusutan 6 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang kadar vitamin B12-nya tertinggi.

Meskipun studi anyar tersebut tidak bisa mengkonfirmasikan bahwa kekurangan vitamin B12 lah yang menyebabkan atropi otak. Namun mereka mengingatkan untuk mulai mewaspai kadar vitamin B12 khususnya pada orang tua, vegetarian, wanita hamil dan menyusui, bayi, dan menjaganya tetap terpenuhi dengan mengonsumsi diet yang bervariasi dan seimbang. Sumber yang bagus untuk vitamin B12 adalah daging, ikan, susu, dan sereal.

Baca Selengkapnya »»